Apprécier

Diluar ini salah atau benar saya menuliskan ini, tapi seperti ada dorongan untuk menuliskan hal ini, entah itu dari malaikat atau sebaliknya.

Saya ingin menyinggung, lebih tepatnya mengingatkan untuk kalian-kalian yang suka memberi nasihat kepada teman kalian di social media dengan dalil-dalil atau dengan ilmu-ilmu agama yang kalian dapat. Memberi nasihat itu baik, tapi tolong jangan menyindir atau mencela kepercayaan orang lain atau agama orang lain.

Mungkin saya salah, saya mohon maaf untuk ini. Tetapi bukankah jika kalian memberi nasihat dengan dalil-dalil itu kalian membawa nama besar agama kalian? Jadi tolong lebih bijaksana untuk itu. Jangan sampai niat baik kalian terlihat buruk oleh orang lain karena tersakiti jiwanya membaca kalimat (yang sebenarnya baik) tapi menjadi boomerang untuk kalian yang menulis.

Mungkin saya tidak paham soal agama, saya akui itu. Tapi bukankah setiap agama mengajarkan toleransi kepada setiap umatnya? Itu salah satu yang saya imani. Toleransi satu dengan yang lainnya, bukan di aspek kecil dalam satu lingkup agama, tetapi di aspek yang lebih besar.

Social media bisa diakses siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tulisan kalian tidak hanya dibaca oleh sesama umat yang kalian yakini. Tulisan kalian dibaca semua orang, dan tentunya pasti ada beberapa orang yang tidak seiman dengan kalian. Jadi tolong hargai aspek itu.

Berpendapat memang salah satu hak azasi manusia. Tapi bukankah lebih indah untuk tetap berpendapat tapi tidak melukai perasaan orang lain?

Comments

Popular posts from this blog

Priority

Jangan.